Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan

Sistem Berkas (Windows & Linux)

Posted by Syaiful Mubarak on 19.47
File System Windows
Sistem berkas pada sistem operasi Windows identik dengan kata FAT dan NTFS, seperti apa kedua jenis sistem berkas ini??
Windows sendiri memiliki 3 format untuk file sistemnya, diantaranya :
- FAT 16
- FAT 32
- NTFS 




FAT 16
File sistem FAT 16 awalnya diperkenalkan oleh MS-DOS 1981. Awalnya sistem ini diciptakan untuk mengatur file di floopy drive atau yang biasa kenal dengan disket. FAT 16 mengalami beberapa kali perubahan, sehingga digunakan untuk mengatur file harddisk. Keuntungan FAT 16 adalah file sistem ini kompatibel hampir disemua sistem operasi, baik windows 95/98,ME, OS/2, linux dan bahkan UNIX. Namun masalah yang dimiliki  oleh sistem FAT 16 ini ialah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 16Kb dari harddisk. Kekurangan lain yang dimiliki sistem file FAT 16 ialah tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.

FAT 32
File sistem FAT 32 awalnya mulai dikenal pada sistem windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT 16. Sistem file ini mempunyai kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT 16. Namum FAT 32 ini memiliki kelemahan yang tidak dimiliki FAT 16 yaitu terbatasnya operating sistem yang bisa mengenal FAT 32. Tidak seperti FAT 16 yang bisa dikenal oleh hampir semua operating sistem.

NTFS
File sistem NTFS awalnya digunakan pada windows NT dan merupakan file sistem yang benar-benar berbeda dibanding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data.
Umumnya file sistem in tidak kompatibel dengan operating sistem lain yang terinstall dikomputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila kita melakukan start up boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file sistem FAT di awal partisi. Partisi ini dapat digunakan untuk menyimpan recovery tool apabila mendapat masalah.
File System Linux :


EXT2
File sistem EXT2 merupakan file sistem yang ampuh di linux. File sistem ini menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2, file data disimpan sebagai data blok. Data blok kiri mempunyai panjang
File sistem EXT2 merupakan file sistem yang ampuh di linux. File sistem ini menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2, file data disimpan sebagai data blok. Data blok kiri mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi diantara EXT2 file sistem. Besar block tersebut ditentukan pada saat file sistem dibuat dengan perintah mk2fs. Jika besar block adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 block. Pada sistem EXT2 ini mendefinisikan topologi file sistem dengan memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasikan dengan struktur data inode. Sebuah inode menunjukan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu modifikasi, dan tipe file. Setiap file dalam EXT2 terdiri dari inode tunggal dan setiap inode memiliki nomoridentifikasi yang unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam EXT2 file sistem adalah khusus  yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut.

EXT3
Sistem file ini merupakan penyempurnaan dari sistem file EXT2. Dalam peningkatannya memiliki beberapa keuntungan, diantaranya ialah :
·   Setelah kegagalan sumber daya atau kerusakan sistem EXT2 harus memulai proses pengecekan e2fsck, proses ini membuang waktu dan proses booting jadi lama. Sedangkan EXT3 hanya dicek apabila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hardisk. Waktu yang diperlukan EXT3 setelah terjadi kerusakan file, tidak tergantung pada ukuran file sistem atau banyaknya file.
·   Integritas data, pada file sistem ini menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan. EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe dari proteksi data.
·     Kecepatan, dari pada menulis data lebih dari sekali, EXT3 memiliki troughput yang lebih besar dari EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hardidsk.

EXT4
File sistem ini dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28, jadi jika menggunakan linux dengan kernel 2.6.28 ini berarti sudah secara otomatis support ke EXT4. Jika kita masih menggunakan file sistem EXT3 dapat dikonversi ke EXT4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.

Analisis Algoritma Penggantian Halaman Pada Sistem Operasi

Posted by Syaiful Mubarak on 03.11
Ganti halaman dilakukan apabila terjadi page faultPage fault bukan suatu jenis error yang fatal, page fault terjadi apabila ada halaman yang ingin diakses tetapi halaman tersebut tidak terdapat di dalam memori utama. Page fault pasti terjadi minimal satu kali saat pertama kali halaman itu ingin diakses.
Prinsip ganti halaman adalah sebagai berikut:
  1. Proses meminta halaman tertentu. 
  2. Jika halaman berada di memori, tidak dilakukan ganti halaman.
  3. Jika halaman tidak berada di memori, maka:
    1. Jika ada frame kosong, maka halaman itu di-load ke dalam frame yang kosong tersebut.
    2. Jika tidak ada frame yang kosong, maka pilih halaman yang akan di-swap dengan menggunakan algoritma ganti halaman.
  4. Update tabel halaman dan table memori.
  5. Restart proses.

Berikut Algoritma Penggantian Halaman.

1.  Algoritma Penggantian Page Acak
Mekanisme algoritma : "Setiap terjadi page fault, page yang diganti dipilih secara acak".
Teknik ini tidak memakai informasi apapun dalam menentukan page yang diganti. Semua page di memori utama mempunyai bobot sama untuk dipilih. Teknik ini dapat memilih sembarang page, termasuk page yang sedang diacu (page yang seharusnya tidak diganti, pilihan terburuk).
Teknik ini sangat buruk, percobaan menunjukkan algoritma acak menimbulkan rate terjadinya page fault yang sangat tinggi.

2.  Algoritma Penggantian Page Optimal
Algoritma ini adalah algoritma yang paling optimal sesuai namanya. Prinsip dari algoritma ini adalah mengganti halaman yang tidak akan terpakai lagi dalam waktu lama, sehingga efisiensi pergantian halaman meningkat (page fault yang terjadi berkurang) dan terbebas dari anomali Belady. Strategi ini akan menghasilkan jumlah page-fault paling sedikit. Algoritma ini memiliki page fault rate paling rendah di antara semua algoritma di semua kasus. Akan tetapi, optimal belum berarti sempurna karena algoritma ini ternyata sangat sulit untuk diterapkan. Sistem tidak dapat mengetahui halaman-halaman mana saja yang akan digunakan berikutnya. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan simulasi. Tapi simulasi hanya spesifik untuk suatu program. Bila yang terbaik tak dimungkinkan, maka yang perlu dilakukan adalah berusaha mendekatinya. Algoritma penggantian page diusahakan kinerjanya mendekati optimal. Tiap algoritma penggantian page mengumpulkan dan memakai informasi untuk menentukan page yang diganti sehingga mendekati optimal.

3.  Algoritma Penggantian Page LRU

Dikarenakan algoritma optimal sangat sulit dalam pengimplementasiannya, maka dibuatlah algoritma lain yang performance-nya mendekati algoritma optimal dengan sedikit cost yang lebih besar. Algoritma ini mengganti halaman yang paling lama tidak dibutuhkan. Asumsinya, halaman yang sudah lama tidak digunakan sudah tidak dibutuhkan lagi dan kemungkinan besar, halaman yang baru di-load akan digunakan kembali.
Sama seperti algoritma optimal, algoritma LRU tidak mengalami anomali Belady. Algoritma ini memakai linked list untuk mendata halaman mana yang paling lama tidak terpakai. Linked list inilah yang membuat cost membesar, karena harus meng-update linked list tiap saat ada halaman yang di akses. Halaman yang berada dilinked list paling depan adalah halaman yang baru saja digunakan. Semakin lama tidak dipakai, halaman akan berada semakin belakang dan di posisi terakhir adalah halaman yang paling lama tidak digunakan dan siap untuk di-swap.

Algoritma LRU
Algoritma LRU

4.  Algoritma FIFO (First In First Out)
Algoritma ini adalah algoritma yang paling sederhana. Prinsip dari algoritma ini adalah seperti prinsip antrian (antrian tak berprioritas), halaman yang masuk lebih dulu maka akan keluar lebih dulu juga. Algoritma ini menggunakan struktur data stack. Apabila tidak ada frame kosong saat terjadi page fault, maka korban yang dipilih adalah frame yang berada di stack paling bawah, yaitu halaman yang berada paling lama berada di memori.

5.  Algoritma Pengantian Page Modifikasi FIFO
Pada awalnya, algoritma ini dianggap cukup mengatasi masalah tentang pergantian halaman, sampai pada tahun 70-an, Belady menemukan keanehan pada algoritma ini yang dikenal kemudian dengan anomali Belady. Anomali Belady adalah keadaan di mana page fault rate meningkat seiring dengan pertambahan jumlah frame , seperti yang bisa dilihat pada contoh di bawah ini.




Ketika jumlah frame ditambah dari 3 frame menjadi 4 frame, jumlah page fault yang terjadi malah bertambah (dari 14 page fault menjadi 15 page fault ). Hal ini biasanya terjadi pada kasus yang menginginkan halaman yang baru saja di-swap-out sebelumnya. Oleh karena itu, dicarilah algoritma lain yang mampu lebih baik dalam penanganan pergantian halaman.

6.  Algoritma Penggantian Page NRU
Mekanisme algoritmanya adalah :
Pada algoritma ini, page diberi dua bit mencatat status page, bit R dan M, yaitu:
Bit R   : referenced (menyatakan page sedang diacu)
Bit R = 1 berarti sedang diacu
Bit R = 0 berarti tidak sedang diacu
Bit M  : modified (menyatakan page telah dimodifikasi)
Bit M = 1 berarti dimodifikasi
Bit M = 0 berarti tidak dimodifikasi
Dengan 2 bit, maka page-page dikelompokkan menjadi 4 kelas page, yaitu
Kelas 0 : Tidak sedang diacu, belum dimodifikasi (R=0, M=0)
Kelas 1 : Tidak sedang diacu, telah dimodifikasi (R=0, M=1)
Kelas 2 : Sedang diacu, belum dimodifikasi (R=1, M=0)
Kelas 3 : Sedang diacu, telah dimodifikasi (R=1, M=1)
Memilih mengganti page kelas bernomor terendah (bila terdapat page-page di kelas itu) secara acak. Bila kelas tersebut kosong maka dipilih page di kelas lebih tinggi, dan seterusnya.
Algoritma ini mengasumsikan kelas-kelas bernomor lebih rendah akan baru akan digunakan kembali dalam waktu relatif lama.
Algoritma ini mudah dipahami dan diimplementasikan. Implementasi algoritma ini sangat efisien karena tak banyak langkah dalam pemilihan page. Algoritma ini memang tidak optimal, tapi dalam kondisi-kondisi normal telah memadai.

Tiga Algoritma Untuk Memecahkan Masalah Deadlock pada Sistem Operasi

Posted by Syaiful Mubarak on 02.20
Ketika kita membuka suatu proses/program aplikasi di dalam Sistem Operasi, sering terjadi Hang atau seakan-akan tidak terjadi aktivitas suatu proses/aplikasi yang di jalankan. Masalah ini terjadi karena padatnya trafic permintaan dari masing-masing proses tersebut,  dan masalah ini di namakan dengan "Deadlock". Pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan solusi untuk memacahkan masalah Deadlock ini dengan 3 teori Algorithma, diantaranya sbb:

1.  Algoritma Banker
Setiap proses harus mengklaim berapa jumlah maksimum resource yang akan digunakan dan jika resource tidak tersedia maka permintaan akan ditunda. Sehingga setiap proses yang telah selesai harus mengembalikan resource yang dipakai.
Gambarannya sebagai berikut :
Proses
Alokasi
Maks
Tersedia
P1
2
5
2
P2
4
8
P3
2
3




P1
2
5
4
P2
4
8
P3
-
-




P1
-
-
6
P2
4
8
P3
-
-

2.  Algoritma Ostrich
Secara umum pada Sistem Operasi Widows dan UNIX Algoritma Ostrich ini sifatnya mengabaikan masalah yang mungkin terjadi atas dasar bahwa masalah itu mungkin sangat jarang untuk terjadi. Biasanya untuk mengatasi deadlock ini, jangan melakukan hal apapun dan cukup merestart sistem.

3.  Algoritma Safety
Algoritma safety adalah bentuk algoritma yang memungkinkan system selalu dalam keadaan aman (safety).karena pada algoritma ini pencegahan deadlock dilakukan dengan menanyakan suatu proses apakah proses sudah dalam keadaan finish/selesai atau masih berjalan, dengan membandingkan waktu proses dan lamanya eksekusi proses dapat dilihat apakah system dalam keadaan aman atau deadlock.
Dengan begitu apabila suatu proses masih dalam keadaan berjalan/work = false, maka proses lain belum boleh dieksekusi dan menunggu sampai proses = finish, maka kemungkinan deadlock akan semakin kecil, dan system selalu dalam keadaan normal/aman.

TEKNOLOGI HYPER THREADING dan DISPATCHING ALGORITHM

Posted by Syaiful Mubarak on 23.32
1.  TEKNOLOGI HYPER THREADING
Teknologi Hyper-Threading adalah teknik yang memungkinkan sebuah CPU tunggal dapat bertindak seperti beberapa CPU. Sebuah CPU (single thread) terdiri dari banyak komponen kecil. Pada saat menjalankan proses, beberapa komponen mungkin sibuk memproses instruksi, sedangkan komponen lainnya sedang menuggu untuk dimanfaatkan. Sehingga hal ini mengakibatkan CPU bekerja tidak maksimal.

Hyper-threading memungkinkan bagian-bagian yang berbeda dari CPU untuk bekerja pada tugas yang berbeda secara bersamaan. Dengan cara ini, sebuah komputer dengan CPU Hyper-Threading tampaknya lebih dari satu CPU.
Sebuah CPU dengan Hyper-Threading memiliki dua set sirkuit yang melacak keadaan CPU. Sirkuit ini mencakup sebagian besar register dan petunjuk instruksi. Sirkuit ini berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan sementara untuk melacak dimana CPU saat ini bekerja. Bagian dari CPU yang tidak direpleksi adalah L1 dan L2 cache. Hyper-Threading meduplikat sekitar 5% sirkuit dari CPU. Tergantung pada aplikasi perangkat lunak yang digunakan, Hyper-Threading dapat meningkatkan performa hingga enam kali lipat.


Perangkat Lunak Yang Mendukung
Manfaat kinerja Hyper-Threading hanya dapat dijalankan dengan menggunakan sistem operasi yang mendukung beberapa CPU. Pada sistem operasi, Hyper-Threading akan terlihat seperti dua CPU. Sistem operasi yang mendukung Hyper-Threading diantaranya Microsoft Windows NT 4.0, Microsoft Windows 2000, Microsoft XP Profesional, dan sebagian besar varian Unix.


Cara Kerja Teknologi Hyper-Threading
Pada saat CPU (tanpa Hyper-Threading) memproses instruksi, hanya sekitar 35% unit CPU saja yang terpakai. Sisanya menganggur dan menunggu instruksi sebelumnya selesai. Hal ini disebabakan karena 1 CPU, instruksi-instruksi dikirimkan dalam bentuk single thread. Sehingga instruksi-instruksi tersebut mengantri secara berurutan.
Sedangkan pada CPU Hyper-threading, urutan instruksi dikirim secara multithread (dalam 2 thread secara paralel/bersamaan), sehingga sebuah instruksi tidak harus mengantri dulu instuksi didepannya, tapi dapat langsung diproses oleh Execution Unit yang semula menganggur.


Perbandingan Dengan CPU biasa
Seberapapun besar GHz sebuah CPU, apabila Execution Unitnya sedang memproses instruksi yang belum selesai, maka CPU tersebut akan tetap terhambat untuk menerima instruksi berikutnya, ini karena instruksi harus mengantri berurutan pada jalur single-thread.
Oleh karena itu Tomshardware pernah menyatakan bahwa performa P4 3.06 GHz dengan HT sanggup mengalahkan P4 4GHz tanpa HT. Situasi seperti itu bisa saja terjadi terutama bila dalam pengujiannya Tomshardware menjalankan aplikasi secara bersamaan.
Untuk pemakaian sehari-hari kita seringkali menjalankan banyak aplikasi bersamaan, disaat itulah kita makin sadar bahwa 2 akan lebih baik dari 1. Petinju profesional sekalipun, tapi bila hanya memiliki 1 tangan, maka akan dengan mudah dikalahkan oleh tukang becak yang mempunyai 2 tangan.




OK, diatas sudah dijelaskan secara umum tentang Hyper-Threading itu apa??? Sekarang kita ulas lebih dalam lagi si Hyper-Threading ini...


Teknologi Hyper-Threading (HT) adalah sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Intel agar dapat meningkatkan kinerja prosesor, dengan cara memberikan instruksi melalui software untuk membelah diri (spliting) menjadi beberapa aliran (thread). Teknologi Hyper-Threading menyediakan thread-level secara paralel pada setiap processor, sehingga penggunaan sumber daya processor menjadi lebih efisien, memungkinkan beberapa thread untuk berjalan pada setiap inti (core). Teknologi Hyper-Threading dapat dapat diaktifakn melalui kombinasi antara :
  • Processor Intel® dan chipset yang mendukung Teknologi Hyper-threading
  • Sistem Operasi (OS) untuk optimalisasi Teknologi Hyper-Threading
  • BIOS (Basic Input Output System) yang support Teknologi Hyper-Threading


Dengan aktifnya Teknologi Hyper-Threading pada processor maka sebuah komputer akan mampu :
  • Menjalankan aplikasi berat secara bersamaan dengan tetap mempertahankan respon sistem
  • Menjaga sistem lebih aman, efisien dan meminimalkan dampak terhadap produktivitas
  • Mengaktifkan grafis menjadi lebih baik, sehingga penggemar multi media dapat membuat, mengedit, menjalakan encoding file grafis, pada saat yang sama komputer juga menjalankan aplikasi dibelakang layar seperti program anti virus tanpa mengorbankan kinerja sistem


Teknologi Hyper-Threading jika digabungkan dengan Teknologi Intel® Turbo Boost ataupun Intel® Turbo Boost 2.0 memungkinkan processor untuk mengolah data secara simultan pada beberapa thread, menyesuaikan beban kerja dan secara otomatis akan mematikan core yang tidak aktif, serta processor akan meningkatkan frekuensi pada core yang sibuk untuk menambah kinerja lebih besar.


Perlu diketahui bahwa fungsi Hyper-Treading ini bisa bekerja optimal bila didukung oleh sistem operasi yang sesuai, misalnya wnidows XP, selain bergantung pada dukungan sistem operasi, juga bergantung pada :
  • Dukungan Chipset yang digunakan pada motherboard
  • Dukungan BIOS untuk mengatur aktif tidaknya fungsi HT dari BIOS
  • Dukungan Aplikasi software yang digunakan


Teknologi Hyper-Threading adalah teknologi Eksklusif milik Intel, tidak dimiliki oleh processor-processor yang bukan produksi Intel.


2. DISPATCHING ALGORITHM
Dispatching adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short term scheduling. Fungsi-fungsi yang terkandung didalamnya meliputi :
  • Switching Context
  • Switching ke User Mode
  • Melompat ke lokasi tertentu pada user program untuk memulai program


Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai untuk menjalankan proses yang lainnya disebut dispatch latency.

Beberapa algoritma penjadwalan CPU dispatching :
  • First-Come First-Served Scheduling (FCFS)
  • Shortest Job First Scheduler (SJF)
  • Priority Scheduling
  • Round-Robin Scheduling


3. SISTEM OPERASI YANG MENDUKUNG TEKNOLOGI HYPERTHREADING
Pengelompokan ke dalam Multi Threading :
one-to-one Model            : Windows NT/XP/2000, solaris 9
many-to-many Model       : Windows NT/2000, IRIX, Digital UNIX dan Solaris
two-level Model               : IRIX, HP-UX, Tru64, UNIX, Solaris 8

Sumber selengkapnya BACA

Management Prosses (Tugas 4 & 5)

Posted by Syaiful Mubarak on 23.25
1.  Lima Aktivitas Sistem Operasi yang Merupakan Contoh dari Suatu Management Proses
  • Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
  • Menunda atau melanjutkan proses.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
2.  Definisi Perbedaan Antara Penjadualan Short Term, Medium Term dan Long Term.
a.  Short term scheduler
  • Short term scheduler digunakan untuk memilih diantara proses-proses yang siap di eksekusi dan salah satunya dialokasikan ke CPU.
  • Short term scheduler Sering digunakan untuk memilih proses baru untuk CPU. Proses dieksekusi hanya beberapa milidetik sebelum menunggu I/O.
  • Karena durasi yang pendek antara eksekusi, Short term scheduler harus sangat cepat
  • Contoh : jika Short term scheduler membutuhkan 10ms untuk memutuskan mengeksekusi proses 100ms, maka 10/110=9% CPU digunakan untuk menjadwalkan pekerjaan.
  • Pada system time sharing, setiap proses baru ditempatkan di memori. Short term scheduler digunakan untuk memilih dari proses-proses tersebut di memori untuk diekseskusi.
b.  Medium term scheduler
  • Beberapa OS seperi system sharing, membutuhkan penjadwalan level tambahan (intermediate), yang disebut “medium term scheduler”.
  • Memperkenalkan konsep swapping proses : proses di “swap out “ dan di “swap in” pada medium term scheduler.
  • Swapping diperlukan untuk meningkatkan “process mix” atau karena perubahan pada kebutuhan memori melebihi memori yang tersedia, memori perlu dibebaskan.
c.  Long term scheduler
  • Proses-proses pada system batch di spool ke mass storage device (disk), disimpan sebagai eksekusi selanjutnya.
  • Long term scheduler digunakan untuk memilih proses dari pool dan menyimpannya ke memori.
  • Long term scheduler tidak sering mengeksekusi, digunakan hanya jika proses meninggalkan system.
  • Karena antar eksekusi terjadi interval yang panjang, Long term scheduler mempunyai waktu lebih banyak untuk memutuskan proses mana yang dipilih untuk eksekusi.
  • Long term scheduler memilih dengan baik “process mix” antara I/O bound dan CPU bound.
  • Bila semua proses adalah I/O bound, ready queue hampir selalu kosong.
  • Bila semua proses adalah CPU bound, I/O queue hampir selalu kosong.
  • Pada beberapa system, Long term scheduler tidak digunakan (misalnya pada time sharing system) atau minimal.
3.  Tindakan yang diambil oleh sebuah Kernel ketika alih Konteks antar Proses
Ketika alih konteks terjadi, kernel menyimpan konteks dari proses lama kedalam PCB nya dan mengisi konteks yang telah disimpan dari process baru yang telah terjadual untuk berjalan.

4.  Informasi yang disimpan pada tabel proses saat alih konteks dari satu proses ke proses lain.
  • Keadaan proses
  • Program counter
  • CPU register
  • Informasi managemen memory
  • Informasi pencatatan waktu (timming).
5.  Transisi state  yang dapatditimbulkan oleh proses UNIX.
  • New            : Proses sedang dikerjakan/ dibuat.
  • Running        : Instruksi sedang dikerjakan.
  • Waiting       : Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/ signal).
  • Ready          : Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.
  • Terminated  : Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.
6. Keuntungan dan Kerugian dari (Automatic dan Explisit buffering, Komunikasi Simetrik dan Asimetrik, Send by copy dan send by reference, Fixed size dan variable sized message)

  • Automatic dan Explisit buffering
Automatic membuat pemrograman lebih mudah, tapi sebuah sistem sulit untuk membangun
  • Komunikasi Simetrik dan Asimetrik
Komunikasi simetrik adalah  proses komunikasi karena kedua belah pihak memerlukan nama proses lain. Hal ini membuat sulit untuk membangun sebuah server.

  • Send by copy dan send by reference
Send By Copy lebih baik bagi generalisasi dan masalah sinkronisasi, sedangkan Send By reference yang lebih efisien untuk besar struktur data, tetapi sulit kode karena memori bersama implikasi

  • Fixed size dan variable sized message
Varibel ukuran  membuat pemrograman lebih mudah, tapi sistem lebih sulit untuk membangun


7.  Perbedaan Short Term, Medium Term, dan Long Term

  • Short Term
Yaitu jangka scheduler yang pendek atau CPU scheduler yang memilih antara proses-proses yang sudah siap untuk mengalokasikan dengan CPU untuk salah satu diantaranya. Dalam suatu perpindahan antar proses dapat melibatkan penyimpanan konteks dari proses yang sebelumnya dan proses berikutnya.

  • Medium Term 
Dalam scheduler ini, dengan mengontrol suatu derajat multi program, dan dalam time-sharing harus membutuhkan penjadwalan dengan level tambahan.

  • Long Term
Dalam scheduler jangka panjang, memilih suatu proses dan beban kedalam suatu memory untuk mengeksekusi. 
8.  Penjelasan Proses Alih Konteks oleh Kernel
Pada saat alih konteks ketika proses sedang berlangsung, kernel menyimpan konteks dari proses lama ke dalam PCBnya dan mengisi konteks yang telah disimpan dari process baru yang telah terjadwal untuk berjalan. 


9.  Dampak ketika Pemrosesan yang Konkuren dalam Sistem Operasi
Dampak yang paling mungkin terjadi adalah Data file ada yang corrupt , dan akan terjadi hank atau error

10.  Gambaran dan Kemungkinan Proses pergerakan antara State dalam Sistem Operasi

3 state dalam proses yaitu  :
Running          : Pemroses sedang mengeksekusi instruksi proses itu
Ready            : Proses siap (ready) dieksekusi tapi pemroses mengeksekusi proses ini
Blocked         : Proses menuggu kejadian tertentu selesai
Suspended Ready
Suspended Blocked

Diagram Transisi :
11. Apakah suatu proses memberikan ‘issue’ ke suatu disk I/o ketika proses tersebut dalam ‘ready’ State.
Ya, karena issue menyampaikan informasi ke dalam state 

12. Kernel menjaga suatu rekaman untuk setiap proses , disebut Proses Control Blocks (PCB). Ketika suatu proses sedang tidak berjalan, PCB berisi informasi tentang perlunya melakukan restart suatu proses dalam CPU. Jelaskan dua informasi yang harus dipunyai PCB

PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk dibawah ini  :
  • Keadaan proses : keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted
  • Program Counter : Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini
  • CPU Register : Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada rancangan komputer.
  • Informasi managemen memori : Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register
  • Informasi Pencatatan : Informasi ini termasuk jumlah job atau proses
  • Informasi status I/O : Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang digunakan pada proses ini.